Skip to HeaderSkip to PostSkip to Footer

Curhat Moment #1

Berbagi
Daftar Isi

    Pada saat saya menulis ini, usia saya sudah beranjak 27 tahun. Di usia saya ini, saya sudah dianugerahi seorang istri yang begitu pengertian dan dua orang buah hati yang cantik dan juga tampan.

    Meski begitu, karena satu dan lain hal, masih sulit saya untuk mensyukuri apa yang saya miliki.

    Terkadang diri ini masih termakan oleh ambisi sehingga saya rela menghabiskan setiap detik yang saya punya untuk mengejar dunia (uang).

    Padahal, dunia yang sebenarnya adalah rumah yang hangat, menyenangkan dan menenangkan.

    Seharusnya posisi saya sudah nyaman dan sangat patut disyukuri.

    Saya punya sebuah usaha kecil-kecilan yang cukup untuk menafkahi keluarga kecil saya.

    Saya terbebas dari hutang, tidak punya utang pada siapapun.

    Saya tinggal di lingkungan yang terbilang kondusif untuk tumbuh kembang anak.

    Meski begitu, saya tidak merasa bahwa hal tersebut cukup.

    Lagi-lagi saya dibutakan oleh dunia semu.

    Dan karena itu jugalah kini saya berada di posisi yang mungkin bisa saya sebut saya sesali.

    Mencoba peruntungan merintis usaha baru yang sedang carut marut.

    Menyengsarakan anak dan istri demi keberlangsungan usaha yang sedang diambang batas kehancuran.

    Mengikat perut sendiri dan anak serta istri hanya demi menjaga agar operasional usaha yang sedang dirintis tetap bisa berjalan.

    Membiarkan orang lain memanfaatkan kebaikan dan ketulusan saya hanya agar usaha yang sedang saya kembangkan bisa tetap hidup.

    Membiarkan harga diri diinjak-injak oleh konsumen agar bisnis dapat tetap berjalan.

    Andai bisa memutar ulang waktu, maka tidak akan saya ambil langkah ini.

    Kendati demikian, waktu tetap berjalan maju, dan saya tidak boleh terus menyesali keadaan.

    Berbekal sedikit optimisme dan semangat untuk tetap menjaga senyuman mereka yang sedang menunggu kepulangan di rumah.

    Untuk kalian di rumah, baik-baik di rumah, ya.

    Doakan agar apa yang sedang diikhtiarkan terwujud.

    Anak dan Istri
    My Lovely Wife and My Daughter
    Anda mungkin menyukai postingan ini
    Komentar

    Posting Komentar

    Mohon kirimkan komentar yang relevan dan usahakan tidak menyertakan link.

    Kalau memang mau kasih url sebagai referensi, bentuknya url saja.

    Nggak paham? Ya sudahlah.

    Tapi, kalau ketemu, HAPUS!

    Link Kami
    Histats
    PageSpeed Insight Tested
    Valid AMPHTML
    W3C HTML5 Valid
    W3C CSS Valid
    W3C RSS Feed Valid
    W3C Atom Feed Valid
    SSL Secure
    DMCA.com Protection Status

    Mohon Maaf!

    Karena tingginya potensi pencurian konten melalui metode Printing, ASIBUKA memutuskan untuk menonaktifkan fitur print langsung melalui browser. Jika kamu ingin mengcopy materi dari blog ini, silahkan hubungi pengelola blog melalui kontak yang telah disediakan.